Menyikat gigi merupakan kebiasaan penting untuk menjaga kesehatan mulut. Karena ingin giginya selalu bersih, tidak sedikit orang yang memilih menyikat gigi lebih sering dari yang dianjurkan. Padahal kebiasaan ini belum tentu memberikan manfaat yang lebih baik.
Faktanya resiko terlalu sering menggosok gigi juga perlu diperhatikan. Jika dilakukan terlalu sering atau dengan cara yang kurang tepat, menyikat gigi justru bisa merusak lapisan gigi dan menyebabkan berbagai masalah pada gusi maupun gigi.
4 Resiko Terlalu Sering Menggosok Gigi Yang Bakalan Terjadi!
Berikut adalah beberapa efek samping terlalu sering menggosok gigi yang perlu Anda ketahui sebelum terlambat.
1. Enamel Gigi Bisa Terkikis
Salah satu resiko terlalu sering gosok gigi yang paling sering terjadi adalah terkikisnya lapisan enamel. Enamel merupakan lapisan paling luar pada gigi yang berfungsi melindungi bagian dalam gigi dari bakteri, makanan asam, serta perubahan suhu. Meskipun enamel termasuk jaringan paling keras di tubuh, lapisan ini tetap bisa mengalami kerusakan jika terus-menerus menerima gesekan.
Kebiasaan menyikat gigi terlalu sering, apalagi dengan tekanan yang kuat atau menggunakan sikat berbulu keras, dapat menyebabkan enamel terkikis secara perlahan. Kondisi ini dikenal sebagai abrasi gigi. Sayangnya enamel yang sudah hilang tidak dapat tumbuh kembali secara alami. Oleh karena itu penting untuk menyikat gigi dengan baik dan teknik yang benar agar lapisan pelindung gigi tetap terjaga.
2. Gigi Menjadi Lebih Sensitif
Resiko terlalu sering gosok gigi berikutnya adalah munculnya gigi sensitif atau ngilu. Saat enamel mulai menipis, lapisan dibawahnya yang disebut dentin akan lebih mudah terpapar. Dentin memiliki banyak saluran kecil yang terhubung langsung dengan saraf gigi sehingga lebih peka terhadap rangsangan dari luar.
Akibatnya gigi akan terasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin, panas, manis, maupun asam. Pada beberapa orang, rasa ngilu bahkan bisa muncul hanya karena menghirup udara dingin. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa memperbaiki kebiasaan menyikat gigi, sensitivitas gigi dapat semakin mengganggu aktivitas sehari-hari
3. Gusi Bisa Mengalami Penyusutan
Selain merusak gigi, menyikat gigi terlalu sering juga dapat memengaruhi kesehatan gusi. Tekanan sikat yang terlalu kuat atau dilakukan berulang kali dapat menyebabkan jaringan gusi mengalami iritasi. Lama-kelamaan, gusi dapat menyusut sehingga bagian leher bahkan akar gigi mulai terlihat.
Kondisi yang dikenal sebagai resesi gusi ini membuat akar gigi kehilangan perlindungan alaminya. Akibatnya gigi menjadi lebih sensitif, lebih mudah mengalami kerusakan, dan rentan terhadap penumpukan plak maupun bakteri. Jika sudah cukup parah, resesi gusi biasanya memerlukan penanganan khusus dari dokter gigi.
4. Resiko Gigi Berlubang Justru Meningkat
Banyak orang mengira semakin sering menyikat gigi maka resiko gigi berlubang akan semakin kecil. Padahal resiko terlalu sering gosok gigi justru bisa memberikan hasil yang sebaliknya. Saat enamel terkikis akibat kebiasaan menyikat gigi secara berlebihan, lapisan pelindung alami gigi menjadi semakin tipis.
Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah mencapai bagian dalam gigi dan memicu kerusakan yang lebih cepat. Artinya, menyikat gigi terlalu sering bukan berarti membuat gigi semakin sehat. Yang jauh lebih penting adalah menyikat gigi dengan teknik yang benar, menggunakan sikat berbulu lembut, dan melakukannya sesuai anjuran, yaitu dua kali sehari.
Bagaimana Tanda Jika Anda Menyikat Gigi Terlalu Keras?
Ada beberapa tanda sederhana yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui apakah kebiasaan menyikat gigi sudah berlebihan, di antaranya:
- Bulu sikat cepat mekar: Jika bulu sikat sudah melebar atau melengkung padahal baru digunakan dalam waktu singkat, kemungkinan kamu menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu kuat.
- Gusi sering berdarah: Gusi yang mudah berdarah saat menyikat gigi bisa menjadi tanda adanya gesekan yang terlalu keras. Jika kondisi ini terus berulang, sebaiknya periksa cara menyikat gigi dan konsultasikan ke dokter gigi bila diperlukan.
Sebaiknya Sikat Gigi Sehari Berapa Kali?
Agar terhindar dari resiko terlalu sering gosok gigi, adalah waktu sikat gigi yang benar dan sebaiknya diterapkan:
- Sikat gigi dua kali sehari: Waktu yang paling dianjurkan adalah setelah sarapan dan sebelum tidur agar plak serta sisa makanan dapat dibersihkan secara optimal.
- Jangan langsung menyikat gigi setelah makan makanan asam: Beri jeda sekitar 30–60 menit agar kondisi mulut kembali normal dan enamel tidak mudah terkikis.
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut: Bulu sikat yang lembut lebih aman untuk enamel dan gusi dibandingkan sikat berbulu keras.
- Sikat gigi dengan teknik yang benar: Gunakan gerakan memutar secara perlahan tanpa menekan terlalu kuat agar gigi tetap bersih tanpa merusak enamel maupun gusi.
Kesimpulan
Menjaga kebersihan gigi memang penting, tetapi bukan berarti harus dilakukan secara berlebihan. Resiko terlalu sering gosok gigi dapat berupa enamel yang terkikis, gigi menjadi sensitif, hingga gusi mengalami penyusutan jika kebiasaan ini terus dilakukan.
Karena itu biasakan menyikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar dan menggunakan sikat berbulu lembut. Jika mulai muncul keluhan seperti gigi ngilu atau gusi terasa tidak nyaman, segera konsultasikan ke dokter gigi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani lebih awal.